26 Mei 2009

Peraturan dan Kesalahan dalam Mendidik Murid

Mungkin sebagai seorang guru kita akan lebih banyak mendidik murid- murid kita dalam ruang kelas. Mendidik mereka menjadi bagian dalam proses belajar. Peraturan dan pelanggaran apa saja yang dapat membuat kita berhasil atau gagal dalam mendidik para murid di kelas kita sendiri?

PERATURAN PRAKTIS

  1. Bantulah murid memperoleh pemahaman yang jelas mengenai tugas yang harus dikerjakan.
  2. Beritahukan dia bahwa kata-kata dalam pelajaran telah dipilih secara teliti, bahwa kata-kata itu mengandung makna khusus yang penting untuk dicari tahu artinya.
  3. Perlihatkan kepadanya bahwa biasanya ada lebih banyak hal yang tersirat daripada yang dikatakan langsung.
  4. Mintalah ia menerangkan dengan kata-katanya sendiri tentang arti pelajaran itu menurut pemahamannya. Dengan demikian, anak harus tekun sehingga ia menangkap seluruh maksud pelajaran.
  5. Biarlah murid itu senantiasa ditanya "mengapa?", sampai ia menyadari bahwa ia diharapkan untuk memberikan alasan yang tepat sesuai pendapatnya. Tetapi hendaknya anak itu juga mengerti dengan jelas bahwa alasan-alasan itu harus sesuai dengan bahan yang sedang dipelajari.
  6. Berusahalah untuk menjadikan murid itu seorang "penyelidik yang bebas" -- seorang yang mempelajari masalah kehidupan dan mencari kebenaran. Kembangkanlah kebiasaan dalam dirinya untuk suka menyelidik lebih mendalam.
  7. Bantulah ia untuk menguji pengertian-pengertiannya guna mengetahui apakah pengertiannya itu sudah persis dengan apa yang diajarkan menurut kemampuannya.
  8. Berusahalah senantiasa mengembangkan sikap murid agar ia dapat menghormati kebenaran sebagai sesuatu yang mulia dan abadi.
  9. Didiklah murid-murid untuk membenci kepalsuan, perselisihan kata, dan senantiasa menjauhinya dengan cara mengucapkan kebenaran dan kata-kata yang menimbulkan perasaan positif dalam diri mereka.
KESALAHAN-KESALAHAN
  1. Murid ditinggalkan dengan pengertian yang kurang lengkap dan kabur karena gagal memikirkan pelajaran itu hingga jelas. Keinginan guru untuk melanjutkan pelajaran menghalangi waktu untuk berpikir.
  2. Guru telah memaksakan untuk memakai "bahasa buku" sehingga murid tidak lagi merasa terdorong untuk menguraikannya dengan kata-kata sendiri. Ia mendapat kesan seolah-olah yang penting hanyalah kata-katanya, bukan pengertiannya.
  3. Kelalaian guru untuk menyuruh murid berpikir sendiri merupakan suatu kesalahan yang paling sering dilakukan dalam ruang kelas.
  4. Seringkali guru tidak meminta murid-muridnya untuk memberi alasan bagi pernyataan-pernyataan dalam pelajaran sehingga murid-murid itu tidak terbiasa untuk memberikannya. Murid itu percaya saja pada apa yang dikatakan karena ada di dalam buku.
  5. Penerapan praktis pelajaran itu selalu diabaikan. Murid itu tidak menyadari tentang manfaat pelajaran.
Sumber:
Tujuh Hukum Mengajar, John Milton Gregory, , BabHukum yang Bersangkutan dengan Proses Belajar, halaman 142 - 146, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar